Kurangnya jumlah Ruang Terbuka Hijau di Jogjakarta menjadi suatu permasalahan yang cukup penting melihat kepadatan penduduk yang terus bertambah, diikuti dengan bertambahnya bangunan dan kendaraan bermotor tanpa diimbangi oleh lahan-lahan resapan hijau. Mengusung konsep "hidup itu hanya mampir ngombe" menjadikan desain ini dapat meraih posisi ke-2 dalam kompetisi